Di Antara Kaki Yang Berhenti Melangkah by Amiruddin Dial Al Hak

Di Antara Kaki Yang Berhenti Melangkah

Namun Hati Yang Berbicara

 

Amiruddin Dial Al Hak

 

 

 

Di dalam dada, ada suara yang tak pernah benar-benar diam.
Yang selalu berkata, “Melangkahlah.”
Namun disaat itu ada langkah yang memberi jeda seakan berkata, “Tunggu, kau belum siap.”

Aku berdiri di ambang keputusan, dengan tangan yang dingin dan pikiran yang riuh.
Jantungku mengetuk lebih keras setiap kali keberanian mencoba tumbuh,

Namun ketakutan selalu datang membawa bayang-bayang kegagalan.

Aku ingin berlari, tetapi kakiku mengenal ragu.
Aku ingin berbicara, tetapi lidahku dipenuhi kemungkinan buruk.
Malam menjadi saksi, betapa seseorang bisa terlihat tenang ketika di dalam dirinya sedang terjadi perang yang panjang.

Tak ada darah, tak ada suara senjata, hanya hati yang berkali-kali patah oleh pikirannya sendiri.

Lalu aku mengerti: barangkali dewasa bukan tentang membungkam ketakutan, melainkan belajar berjalan meski ia terus berbisik di belakang.

Maka malam itu, aku tidak memilih untuk menjadi berani.
Aku hanya memilih untuk tetap melangkah meski takut.

Sebab mungkin, keberanian bukanlah ketiadaan rasa gentar, melainkan keberanian untuk berkata:
“Aku takut, tetapi aku tidak akan menyerah pada ketakutanku.”

Gabung Rabu Pagi Club

WhatsApp Community tempat kamu menemukan dirimu sendiri dan berkembang dengan support system dari Rabu Pagi

© 2024 – 2026 | Rabu Pagi Alrights reserved