Gelora Menawan Delima
Mela Septia P.
Senandung gelora rona terdengar sayup
Langit merona merah muda yang tak bisa meredup
Biar ku senandungkan renjana api asmara
Terbang menimang debar kala purnama menggema
Ada yang bilang sebutannya cinta
Beberapa orang memanggilnya lupa dengan logika
Aku ingin menganggapnya penyelamat Lara
Yang perbaiki delima kala terluka
Senja memandang dengan erangan
Gairah malam akan indahnya dua harapan
Selamanya kini tidak terasa seperti sebuah angan
Dalam dekapan yang menjulang dengannya terasa aman
Kilau anugrah yang terasa begitu nyata
Mimpi Alam Semesta dengan rantai permata
Gemilang syukur kepada – Nya penulis takdir dunia
Memikat menyinari pukau yang membutakan mata
Sungguh kalau aku bisa menyimpan keindahannya
Akan menjadi suasana bahagia yang sempurna
Gumaman do’a yang terjawab sudah
Mata yang jelas terpandang tak tercelah
Aku jatuh pada alunan yang tersuar
Nyaman tak ter-ela yang kuterima dengan suka cita
Tak tau dan tak mau kuhentikan sang pelamar
Berharap kepada – Nya agar menjadi terakhir kalinya


